Senin, 21 Mei 2012

berputar, sahabat

kadang, gue suka berpikir ulang

gue sering membayangkan dan membandingkan kejadian-kejadian yang terjadi di 2011 dan di 2012. lalu gue tersadar, ternyata beda banget


kadang, gue suka berfikir, kejadian-kejadian yang dulu pernah gue alamin di 2011 gue alamin lagi di 2012, tetapi dengan orang yang berbeda serta candaan yang berbeda. gue juga suka membayangkan hal-hal lama yang jujur sebenernya gue kangen masa itu tapi itu cuma kenangan yang gapernah bisa diulang. 


terkadang, gue suka berpikir untuk berusaha mengembalikan semuanya seperti dulu, gue pengen rubah semuanya, karena gue menyesal akan semuanya. gue ingin kayak dulu, penuh tawa, penuh warna, masa indah. tapi gue kembali berpikir bahwa gamungkin bisa kayak dulu sar, itu udah berlalu. tetapi gue jujur, gue kangen masa itu. dimana gue belum tau arti teman sebenarnya dimana gue masih lugu dimana gue belum tau arti kehilangan yang sesungguhnya


tetapi, gue menghapus semua pikiran tentang kangen tersebut. gue tau, semua ini terjadi bukan kebetulan, tapi karena proses. emang, gue sempet nangis karena gue kangen masa lalu gue, gue kangen temen lama gue, tapi gue sadar, tuhan menunjukkan jalan agar gue tidak bergaul dengan orang yang salah. gue diajarkan oleh Tuhan kalau gue gaboleh galau, gue harus have fun, karena teman teman gue yang sekarang, jauh lebih asyik daripada yang dulu.


sebenernya, ini proses, supaya gue juga bisa menemukan jati diri gue yang sebenernya. supaya gue bisa menemukan siapa yang layak dan tidak layak dijadikan sahabat. supaya gue sadar kalo cari sahabat sejati itu emang bener bener susah. 


engga, gue bukan bercerita tentang sahabat yang menjauhi gue tanpa sebab. gue membahas tentang sahabat gue yang hilang karena gue juga. gaperlu kalian tau, apa yang gue lakukan. yang perlu kalian ketauhi adalah, gue terlalu geer, dan terlalu menganggap kalo gue dan dia perlu lebih dari itu. mungkin kalian yang belum terlalu kenal dengan gue gatau, siapa yang gue maksud. karena gue, sebenernya sering mengobrol sama dia juga


gue dan dia berteman akrab, dari akhir Oktober sampai awal Maret. kami tuh udah kayak saudara, sering ngobrol, sering jalan, sering ngakak, sering minjem buku, dan lainnya. 


sampai mendadak, dia menjauh
gue gaperlu kasih tau alasan kenapa dia bisa menjauh dari gue, yang jelas gue tau, dia ga nerima gue apa adanya. maaf, gue udah menghina lo dengan tidak langsung, tapi sebenernya ini kenyataan. gue yang terlalu bego, gue yang TERLALU MENGANGGAP LEBIH padahal dia hanya menganggap gue sahabat atau mungkin cuma temen biasa.


jadi, pelajaran yang gue petik dari peristiwa yang gue alami sendiri adalah: jangan terlalu geer, karena geer, bisa menjadi penghancur persahabatan abadi


intinya, gue ga nyalahin lo, gue hanya ingin lo tau, bahwa gue sebenernya belajar arti hidup yang sesungguhnya itu dari lo. makasih buat segalanya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar