Kamis, 19 Juli 2012

the story of my life

cerita gue dimulai dari gue lahir, 8 November 1999. dimana gue keluar dari rahim ibu gue dalam keadaan sempurna. gue lahir dengan cara normal. waktu itu, gue hanya memiliki seorang kakak. kakak gue hanya beda satu tahun 2 bulan daripada gue. dia cowok.

singkat cerita, gue tinggal di Jalan Camar yang gue lupa nomor berapa, yang jelas rumah itu bakal selalu gue ingat. disitu gue masih lugu, tidak mengetahui apa apa. jadi gue hanya bisa tidur, tidur, dan tidur. terkadang, gue menangis, sampai membangunkan satu rumah, karena gue menginginkan ASI dari Ibu gue. Gue dari dulu memang cengeng.

entah apakah waktu itu gue sudah bisa berjalan atau hanya bisa merangkak, di usia kedua, gue mengalami Radang Paru-Paru. dimana paru paru gue basah dan gue batuk dengan dahak yang sangat kuat. orang tua gue sempat gatau, mereka menyangka gue hanya batuk biasa dan bisa berhenti dalam sekejap. tetapi, karena batuk gue yang semakin parah, gue pun dibawa ke Dokter dan diperiksa. hasilnya, gue Radang Paru-Paru. 

kesana kemari mereka mencarikan gue dokter yang cocok buat gue. mereka nyampai rela membanting tulang mereka melebihi apapun, demi menyembuhkan penyakit gue. penyakit gue yang kunjung makin parah, akhirnya mereka sempat pasrah. gue pun dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya dirawat disana. 

singkat kata singkat cerita, gue memasuki kelas 1 yang gue memasuki kelas 1A. kelas 1 yang asing buat gue. gue tidak mengerti apa-apa. dari teman teman gue, siapa orang disebelah gue. gue tidak mengerti sama sekali. yang gue ingat hanyalah "aku pasti dapat teman di sekolahku" gue mulai mengenal mereka. mereka yang bermain dengan gue. mereka masih lugu, begitu juga dengan gue. tidak ada yang disebut kasta, kita semua berteman baik cewek maupun cowok. tidak ada perbedaan, mana yang jelek mana yang cantik. intinya, semuanya berteman. 

kelas 2, dimana semuanya berubah. drama di kehidupan gue dimulai dimana gue masih menduduki kelas 2 SD, dimana gue berteman dengan orang orang yang salah, orang orang yang memanfaatkan gue demi sesuatu. tidak perlu diumbarkan siapa namanya, yang jelas mereka udah baik lagi ke gue. ya tetapi itu kesalahan fatal. 

kelas 3, gue mulai membuat usaha. usaha menuliskan nama dan yang lainnya. tetapi, hasilnya gagal. tidak ada yang gue ingat dari kelas 3 karena kelasnya sama dengan kelas 2. jadinya gue tidak bisa membedakan kelas 3 atau kelas 2. yang jelas, kelas 3 gue mengalami penurunan drastis di dalam hal akademik. 

kelas 4, gue bodoh di kelas ini. gue bodoh dalam segala bidang. ga habis pikir sama sekali, kenapa gue bisa kayak gitu. apa yang salah dengan gue? entah. tetapi kelas 4 akademik gue benar benar parah, dan gue semakin cengeng di kelas ini. ga tau kenapa. okay, ini memunculkan air mata gue, jangan dibahas. 

kelas 5, alhamdulillah pengetahuan dan akademik gue meningkat drastis. dan alhamdulillah gue memasuki peringkat 6 di semester 1 dan peringkat 7 di semester 2. gue mempelajari banyak sekali pelajaran di sini. salah satunya adalah jangan mau di bully. dan gue mendapatkan banyak teman di kelas ini, entah kenapa. gue senang, bahagia.

kelas 6, the best. menurut gue pribadi ini adalah kelas terenak dan ter afdol. kekompakkan terjadi, ga ada yang namanya milih2 teman. sama siapa aja mau. walaupun kita mempunyai kekurangan satu sama lain, kita tidak pernah menganggap itu. yang kita lakukan adalah have fun. gapernah ada yang namanya berantem karena masalah masalah tertentu. dan alhamdulillah gue lulus dengan nem yang diatas rata-rata.

kehidupan gue berubah disaat smp, semuanya berubah. dari mulai teman, cara kita bergaul, cara kita berjalan, dan cara kita nongkrong. semuanya berbeda, ga kayak dulu. mungkin gue belom terbiasa akan semua ini, mungkin. gue mulai bisa ber adaptasi di dunia smp ini. dunia baru, lebih abstract, lebih gaul, dan tentunya lebih mengenal siapa diri kita sebenernya. jujur, gue kangen sd. tetapi masa masa smp gue juga tak kalah indah. 

gue sekarang menduduki kelas 8. kelas dimana kata orang orang merupakan kelas terenak sepanjang masa. gue gatau, karena ini baru permulaan saja. apakah kelas gue bakal begini terus atau tidak. yang jelas gue kangen masa masa SD gue dan masa masa adaptasi gue. masa dimana gue tidak mengetahui apa apa dan mencoba mencari kesenangan. gue tidak menceritakan kelas 7 karena gue gatau apa hal yang enak dan tidak enak dari kelas 7, karena itu masa adaptasi. 

ga bisa gue bayangkan, Nadhifa Sarah Amalia, anak lucu yang lugu itu sudah menjadi kayak sekarang, yang mulai mencari kehidupan gue yang selanjutnya. hidup gue masih panjang, masih ada masa SMA yang harus gue lewat dengan hati hati dan masa kuliah gue untuk memenuhi semua kriteria. dimana gue, harus benar benar mencari jati diri gue yang sebenernya.

ga terbayang, bagaimana kehidupan gue selanjutnya. apakah bakal indah? atau bakal menjadi hancur berkeping keping? tentu saja gue tidak tau. gue bukan peramal yang bisa meramalkan semuanya. gue hanya tinggal menunggu waktu, dan ubah semuanya

gue pun tersenyum
dan berusaha, untuk menikmati semuanya

1 komentar:

  1. Nice story :) emang bener hidup harus dijalanin dengan senyuman kalo engga smuanya bakal terasa susah :D

    BalasHapus