Sabtu, 11 Agustus 2012

pencarian jati diri

pertama tama, gue mengucapkan maaf yang sebesar besarnya karena gue udah mulai jarang nge post. selain karena gue sibuk sekolah. gue juga udah banyak banget draft tapi males gue post karena gak ada yang penting sama sekali di draft-draft itu. gue juga udah mager kalo mau main laptop. males nyalain, males buka google chrome iya gue make google chrome mau apa lo gue juga udah mulai mencari cari cerita yang akan gue baca buku nya dan akan gue jadikan resensi. iya, gue ada pr suruh bedah buku seminggu dua kali. itu bukan hal yang susah tapi males aja bedah nya

karena gue gak tau mau nge post apa dan gue ngebet pengen nge post, akhirnya gue pun dengan berani mengeluarkan draft ini sebagai post baru. draft ini sudah berkisar sekitar 3 atau 2 hari yang lalu gitu. draft ini mejeng paling atas, jadi gue ambil draft yang ini. kebetulan di draft ini bercerita tentang sesuatu yang mungkin orang lain gak akan ngira gue bakal nge post ini. ini adalah hal serius yang pertama kalinya gue post, hal yang mungkin bakal gue junjung tinggi-tinggi dan bakal gue ingat setiap saat. bukan, ini bukan post tentang gue boker di wc terus disiram. ini juga bukan post tentang seseorang yang memperjuangkan cinta nya seperti memberanikan dirinya untuk jatoh dari lantai 10.

ini bercerita tentang, cita cita gue.

mungkin kalau kalian liat blog gue dari pertama (bulan Oktober 2011), kalian bisa mengira apa cita-cita gue. tapi, mungkin kalian yang baru liat blog gue baru-baru ini, mungkin kalian kira gue bakal jadi pelawak gagal atau cewek yang ter obsesi oleh artis-artis dunia yang sedang marak saat ini. cita-cita ini udah jadi panutan gue dalam hal apapun. dalam mencari inspirasi, mencari jati diri, dan lain sebagainya. mungkin ini cita-cita yang banyak dari kalian ingin, tapi mungkin ini juga cita-cita yang unik dan jarang orang-orang lain inginkan. kalian pasti udah ada gambaran kan?

gue ingin menjadi penulis buku

penulis buku? wow. cita-cita yang mungkin diremehkan atau yang mungkin di puja. gue ingin menjadi penulis buku dari kelas 3. awalnya itu, gue diperkenalkan oleh penulis buku yang terkenal dan marak saat itu, Raditya Dika. gue ingin menjadi seseorang yang bisa bikin orang-orang termotivasi supaya bisa lebih maju dengan segala candaan yang ada pada dirinya. gue ingin ada percakapan berikut:

A: "wah itu buku siapa?"
B: "ooh ini buku yang dikarang sama Nadhifa Sarah. keren deh lo harus beli! udah kocak terus banyak banget lagi hal yang bisa dipetik! pokoknya lo harus beli!"

jatoh dari mobil

motivasi gue berada pada Raditya Dika seutuhnya. gue ingin jadi kayak dia, yang bisa kocak dan serius pada waktu yang tertentu. gue bukan mengolok olokkan dia, gue cuma pengen jadi seperti dia. dia udah jadi kayak motivator gue dalam melakukan bidang ini.

selain motivator, gue juga membutuhkan komitmen yang kuat. komitmen yang bisa membuat gue menjadi penulis buku yang handal. yang bisa membuat komitmen ini kuat adalah hati, hati gue. komitmen yang udah gue buat selama bertahun tahun tidak boleh hancur karena satu hal. gue harus kuat.

tidak boleh ada kata-kata Andaikan atau seandainya atau hal yang menjunjung ke arah imajinasi. buatlah kata-kata aku akan, aku bakal, dan kata-kata yang mempunyai bobot motivasi yang kuat. yang membuat komitmen di hati kuat, dan  yang membuat gue menahan penghalang penghalang yang bisa membuat gue terhalang untuk menggapai cita-cita gue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar